Arsip untuk ‘POLITIK’

10 Desember 2009

Aksi 9 Desember 2009 ; Langkah Cerdas Rakyat Tertindas

Oleh : Muhammad Nasir Siregar

Jika rakyat saja sudah tak menjadi perhatian, dasar apa korupsi dapat dihentikan ? Aksi 9 Desember 2009 layak disebut langkah cerdas rakyat tertindas. Karena rakyat telah mulai menyadari, bahwa mengharapkan ‘niat baik’ pemerintah saja tidak cukup untuk memberantas korupsi. Pemberantasan Korupsi hanya akan efektif, jika dikawal dan diawasi pelaksanaannya oleh rakyat. Aksi 9 Desember 2009 layak dimaknakan, betapa Korupsi adalah musuh bersama !

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka berkata kamu mendengarkan Perkataan mereka…. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka… (Qs. Al Munafiquun : 4)

Siapakah pemimpin bangsa yang tidak berasal dari rakyat. Kebanyakan para pemimpin bangsa mulai dari masa dahulu hingga saat ini, berasal dari pemimpin rakyat dan sebelumnya berjuang untuk dan atas nama rakyat. Bahkan tidak sedikit dari mereka mengalami masa pahit dan getir bahkan sampai dipenjarakan – demi rakyat. Mereka (para pemimpin rakyat) ini pun, pada saat yang tepat – saat pemilu –  menjadikan ajang kampanye sebagai arena umbar janji dan saling klaim, bahwa kepemimpinan yang selama ini keliru, kurang tepat, lamban, tidak berpihak kepada rakyat dan lain sebagainya.

Tetapi tatkala mereka berhasil duduk, terpilih dan di pilih, tiba tiba mereka menjadi orang yang santun dan ‘mudah mengerti’ mengapa segala sesuatunya memang memerlukan waktu dan proses.

Lalu ngomong apa yang dulu itu… ya ?

10 Desember 2009

Tuntutan Aksi 9 Desember 2009

Demo dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi berlangsung relatif aman dan SBY terbukti salah menerima data intelijen. Bukan kesalahan pertama, tapi kesalahan berulang seperti dugaan adanya upaya pendudukan paksa KPU yang dikatakannya berasal dari data akurat intelijen. Bukan sulap, bukan sihir, tapi …

10 September 2009

INDONESIA BERGOLAK ; Sebuah Skenario Kaum Kapitalis

Oleh :  Sayonara  Siregar (www.acaini.wordpress.com)

Demi kepentingan dan kelanggengan kekuasaan kaum kapitalis, Indonesia harus dilumpuhkan dan dikuasai. Mulai usainya perang dingin, kini dan seterusnya, Indonesia akan senantiasa penuh pergolakan Indonesia adalah target utama untuk dilumpuhkan dan dikuasai. Hal ini didasari 3 pertimbangan.

Pertama, karena kepentingan bisnis kaum kapitalis. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan penduduk terbesar di wilayah Asia Tenggara. Karena itu penguasaan atas bangsa ini sangat bernilai strategis karena akan melahirkan pangsa pasar terbesar karena mereka dapat menjadi “pengkonsumsi produk” terbesar di Asia Tenggara.

Kedua, bahwa untuk menjadikan anak bangsa ini menjadi konsumen maniak dan pada akhirnya menjadi pecandu, tidak bisa tidak, segala upaya untuk “memutar balikkan nilai” kebaikan anak bangsa harus di ubah. Media televisi dan elektronik digenggam dan dikuasai oleh mereka untuk kemudian dijadikan alat propaganda perubahan nilai. Tentu saja perubahan dimaksud adalah dengan bersemangatnya anak bangsa ini menjadi peniru gaya, pola dan tata cara serta model kehidupan yang ditawarkan oleh kaum kapitalis itu.

Ketiga, Indonesia adalah negara yang makmur dan memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dibutuhkan dunia. Karena itu, penguasaan alamnya, sangat bernilai strategis. Bentuk penguasaan alam itu adalah dengan melalui program bantuan tenaga ahli dan kerjasama investasi. Dengan pola ini, maka (a) bangsa Indonesia menjadi mandul karena tidak bisa mengeksplorasi sumber daya alamnya sendiri. (b) bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki ketergantungan kelangsungan pengelolaan sumber daya alamnya ; disamping itu (c) bangsa ini tidak akan memiliki kemampuan untuk melakukan bargaining position dengan sang pemilik modal. (Kan pengusaha yang punya uang… kita ngak punya keterampilan, hanya tanah air saja kan…, kok mau minta yang macam-macam…). Maka jadilah anak petani menjadi buruh ditanahnya sendiri atau nelayan yang menjadi budak di lautnya sendiri.

Dampak dari semua ini, maka terjadilah ketimpangan sosial dan ketidak adilan. Terjadi benturan nilai antar anak bangsa sendiri. Jika sudah demikian, maka timbulnya pergolakan tidak akan dapat dihindarkan.

Pergolakan sebagai skenario kaum kapitalis ?

Ya ! Karena politik pecah belah adalah bagian yang paling efektif dalam melumpuhkan suatu bangsa. Kesulitan demi kesulitan akan muncul. Konsentrasi pemerintahan akan terpecah, antara membangun bangsa atau menghentikan pergolakan. Maka dana yang di dapat dari kaum kapitalis yang diajadikan modal membangun Negara pun, menjadi nyaris tak pernah berfungsi efektif. Bukan saja yang dibangun telah dihancurkan kaum demonstran atau pembom bunuh diri, melainkan sebagian dana itu pun harus dipulangkan dengan bunga yang tinggi pula. Artinya bangsa kita memang didesign (skenario) agar tidak maju.

Jika pemerintah tidak menyadari semua ini sebagai bagian dari upaya kaum kapitalis, maka wajar saja jika pemerintah tidak berani bertindak tegas terhadap pelbagai aliran sesat di Indonesia. Hanya di bumi Indonesiaku, sesubur tanah airnya, sesubur itu pula tumbuh aliran sesatnya. Dari mana semua sumber aliran sesat itu ? Mereka diimpor dari negara kaum kapitalis. Dan karena negara berhutang kepada kaum kapitalis, maka negara tidak mampu bersikap tegas. Apa guna kehaditan aliran sesat ini, ya… untuk memecah kembali kekuatan Islam di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa komunitas Islam Indonesia, akan sangat mungkin dapat membebaskan bangsa ini dari keterjajahan ekonomi dan budaya yang oleh binatang sekalipun tidak pernah mungkin berkenan melakukannya. Dan itu BAHAYA bagi kaum kapitalis.

Jika asset ekonomi bangsa ini telah dijual ke IMF yang mereka sendiri akui salah dalam mengambil langkah sehingga bangsa-bangsa yang dibantu nya bukannya keluar dari krisis, bahkan semakin terpuruk.

Bahwa jika sesame anak bangsa telah senagaja dihadapkan untuk saling menjegal dan berburuk sangka dengan boleh hidupnya aliran sesat, bahkan belum puas dengan itu, aparatur negara telah pula membiaskan isu terorisme sebagai bagian dari gerakan Islam Indonesia.

Jika demikian, maka siapakah yang bisa menjamin Indonesia akan sepi dari pergolakan dan kemungkinan pertumpahan darah ?

Konfrontasi dengan Malaysia ?

Mengapa Malaysia begitu punya nyali ‘menguliti’ harga diri bangsa ini ? Boleh jadi, dengan menghadapkan Malaysia dengan Indonesia, maka akan ada alasan bagi kaum kapitalis membangun Pangkalan Pertahanan di Asean. Pangkalan Pertahanan yang pernah digulirkan Amerika yang ditentang semasa Soekarno itu, terbukti menghasilkan pecahnya Malaysia dengan Singapura dan penyerbuan (invasi) Amerika ke Vietnam. Lalu, jika Indonesia berperang lawan Malaysia, maka apakah target Pangkalan Pertahanan Amerika atau Inggris di Asean ? Jangan buruk sangka, boleh jadi RMS akan berdiri atau OPM akan Berjaya. Setidaknya negara ini sudah memberi alasan buat mereka untuk dapat berdiri sendiri. Bukankah Aceh telah menjadi Nangroe (Negara) Aceh Darussalam, lalu apa alasan mereka tidak boleh ?

Begitukah …??? Kecerdasan atau kejernihan pikir dan kesabaran anak bangsa memang tengah diuji, boleh saja kita selamat dari kemungkinan prahara ini. Karena itulah sang kapitalis tidak pernah membuat rencana A semata. Ia selalu punya rencana bukan saja rencana B, bahkan mungkin rencana C dan seterusnya. Wallahu a’lam.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.