Tatkala kita mendatangi dukun, paranormal, peramal atau orang pintar, ia telah tahu siapa kita, apa pekerjaan dan asal daerah kita, bahkan ia tahu mengapa kita mendatanginya. Dan ketika menanyakan sesuatu, ia memberi petunjuk dan ternyata petunjuknya benar ! Kok bisa… ?
Kerumitan untuk menyadarkan orang-orang yang percaya kepada dukun, paranormal, kiyai atau orang pintar adalah, tatkala mereka menyaksikan satu kebenaran yang ditampilkan oleh jin/syaithan melalui dukun, paranormal atau kiyai tersebut – sebagaimana Aisyah juga mengalami dan menyaksikannya. Hanya saja, bagi masyarakat awam, satu kebenaran itu justru dijadikan dalil pembuktian, bahwa sang dukun, paranormal, orang pintar, atau kiyai yang bersekutu dengan jin, memang mampu melihat hal-hal yang ghaib.
Untuk menjelaskan hal ini, maka ketahuilah bawa setiap anak manusia lahir akan lahir bersamanya qorin (jin). Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya dan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, menyebutkan dari Ibnu Mas’ud ia berkata Rasulullah bersabda :
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ قَرِيْنُهُ مِنَ الْجِنِّ
Tidak ada seorang pun dari kalian melainkan padanya diwakilkan seorang teman (qorin) dari bangsa jin.
Qarin ini tentu saja tahu persis perjalanan hidup kita. Ketika kita memperbincangkan masalah, atau problematika hidup, atau peristiwa yang sedang kita hadapi. Sebab selamanya ia bersama kita. Apakah ini yang sering disebut sebagai teman sekelahiran, Wallahu a’lam. Sebab itu, para sahabat selalu berupaya melindungi anak dan keturunan mereka dari kemungkinan diganggu jin sebagaimana Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits, “Bacalah ayat berikut jika kalian menginginkannya.
Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaithan yang terkutuk. (Qs. Ali Imran : 36).
Para qorin memiliki hubungan antara satu dengan yang lain, dengan cara mereka sendiri, sebagaimana kita juga dapat membangun hubungan antara sesama kita.
Seorang dukun, orang pintar, paranormal, kiyai atau ustadz yang telah bersekutu dengan jin, jika ingin tahu tentang orang yang datang kepadanya, maka qorinnya diperintahkan untuk mencari informasi tentang orang yang datang tersebut, melalui qorin orang yang datang tersebut. Maka jangan heran, tatkala kita mendatangi dukun, paranormal, peramal atau orang pintar, ia telah tahu siapa kita, apa pekerjaan dan asal daerah kita, bahkan ia tahu mengapa kita mendatanginya, karena qorin-nya telah memberi tahu sebelumnya apa dan siapa kita.
Ketidak tahuan akan hal inilah yang membuat banyaknya masyarakat memiliki kepercayaan berlebihan terhadap kemampuan jin. Hal ini ditunjukkan dengan adanya anggapan bahwa jin mengetahui perkara yang ghaib. Ini jelas sebuah kesesatan dan kebodohan. Dengan satu kebenaran yang diperlihatkannya itu, manusia menjadi terkecoh. Mereka lalu mulai bertanya tentang barang yang hilang, cara memberhasilkan usaha, cara agar mendapatkan jabatan, jodoh dan lain sebagainya. Bahkan sampai tentang masa depan mereka pun, mereka merasa perlu bertanya. Maka lahirlah seratus dusta.
Posted on 9 Mei 2011
0